Apa itu AIL ?

AIL , kedengerannya sudah tak asing lagi kalau sudah sering berkutat dengan arsip. Nah, AIL itu merupakan Arsip Induk Langganan, menyimpan beberapa rangkaian dokumen pelanggan yang digunakan sebagai patokan untuk proses administrasinya. Adapun dokumen di dalamnya berupa SLO, Gambar/Denah Pelanggan, KTP, Kartu Keluarga, PDL, Rekening Listrik Tetangga, SPJBTL, Data Permohonan, Surat Pernyataan Jaminan Asuransi, Kuitansi Pembayaran, Surat Kuasa, Surat Perintah Kerja, Berita Acara, Data Survey, Surat Jawaban dan lain lain.

Ya kadang kita berpikir, kalau kerja di bagian kearsipan itu mudah dan tidak perlu banyak menguras pikiran. Ya memang benar sih pernyataan seperti itu. Pekerjaan yang rutin dan membuat cepat lelah ya di AIL, yang bisa kadang membosankan kalau kerjaan lancar dan ruwet kalau ada kendala.

Menurut kalian santai kah kerja di AIL ? ya kalau tidak rempong harus mengurus berkasnya dan tidak sedang “dalam perbaikan” atau “dalam pekerjaan”.

Continue reading “Apa itu AIL ?”

Advertisements

Kemungkinan nan Mungkin

Bukan, bukan itu yang aku mau,

Tapi aku tidak tahu sakitku,

Bukan bukan itu aku,

Tapi aku tidak mau,

Tidak mau lagi,

untuk berhenti menjadi diri sendiri,

untuk menjadi derita di dalam hati saja,

akankah semua menjadi pecahan yang dalam,

menusuk dan mememcah kapsul dilutut ku ?

sakit memang sakit,

tapi ku harus tetap melangkah,

demi jati diriku yang mungkin kian hari kian meranggas,

mengumpulkan cadangan makanan untuk tidak memecahkannya,

hingga diam kusampai

Ways to Control Anger and Friends

20170416_071912.jpg

Ways to Control Anger and Friends

Stepping on foot to Earth, standing in a different place with different land will invite as much energy as it crosses and connects. The connection must be built to control anger and wearing properties that are sometimes needed. To learn and to inspire some people to be able to reflect on themselves. Not only to the glass but also asking other people, Am I neat?
Glass as our physical reflection, what we see is left to right and right to left. Where about our shadow? when can we see it? when the sun starts to rise or the light lights up in our space. Is the shadow the same as the original? or it could be just a “false” shadow?
What is your “shadow” or my shadow? “Pseudo” in Balinese means “expression” or expression on the face or maybe the expression and expression on the lips.

Kirim masukan
Histori
Disimpan

K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Na-Si-O-Nal (Pemecahan Suku Kata)

Hi guys walaupun kadang kadang saya lagi nggak enak badan, harus tetep semangat, melakukan apa yang disayangi. Sayangilah apa yang kalian lakukan ya guys!!!! Pagi hari ini, sehabis sembahyang, memasak, saya bertanya kepada adik saya, hari ini olahraga? Iya, katanya jalan santai. Dalam rangka apa ? dalam rangka memperingati dan merayakan hari K3 Nasional.

Hari ini adalah hari yang istimewa, kenapa ? karna selain memperingati hari K3 Nasional, saya memasak nasi goreng yang enak lho, tanpa bawang sama sekali, cuman isi bakso ayam saja serta kecap tentunya jangan lupa isi margarine ya heheheh. Plus plus nya ada sayur sawi tumisnya juga, cuman pakai bawang putih, cabai sama margarine, gula dan garam dikit. Hihiihhihi. Senangnya. Saya sudah icip duluan sih, semoga adik saya suka hehehe. Buat adik sarapan hehehehe. Mantap dueh!

Otok, nama adik saya, semoga dia suka ya. Otokeee!!!! Dan bisa jalan santai dengan tenang yaaa. Misss youu so much Otoke!!!! Hari K3 Nasional ini, semoga bisa bekerja dengan safety ya, ya walalupun di dalam ruangan (indoor). Resikonya juga ada. Saya sebelumnya sudah pernah mengalami. Baik kerja di indoor maupun outdoor. Sama sama rentan dengan masalah human error, tetapi yang di dalam/kerja indoor yang paling bahaya adalah force majure nya/ benca yang tidak dapat diprediksi. Apalagi kita berada pada lantai atas saat bekerja. Semoga aman. Maka dari itu perlu banget diadakan simulasi nya lho guys.

Oya guys, saya pernah juga lho punya trauma tapi jangan di pendam lama ya karna itu membuat sakit, trauma terhadap human eror dan force majure utamnya. Kalau trauma terhadap diri sendiri, masih lebih mudah diperbaiki/diobati. Itulah yang disebut K3 Psikologis.

Ya begitulah, kita juga harus paham teknik/bagaimana cara menanggulanginya baik secara real time atau secara psikisnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya.

Dibuat dalam keadaan yang anget anget taik ayam 🙂

DiGoyang Tapi Nggak Dapet Saweran ? #MasalahBesar

Dunia penuh tipu muslihat, digoyang tapi nggak dapet saweran ? Lu ikhlas ? Enggak lah. Makan perlu duit, minum pun nggak gratis, kita musti kerja keras. Mana yang lebih terhormat ? Makan tanpa minum atau minum tanpa makan? Lebih lagi, Lu dibilang gini gitu, tapi orang itu sok suci. nggak mau mengakui kesalahannya, bersembunyi dibalik orang lemah. Azab itu tidak lebih kejam dari uang 80 juta. Mana lebih terhomat, pikiran kotor atau perbuatan yang lebih baik ?

Perbuatan boleh baik, apa pikiran sudah sebaik perbuatannya ? Jaga bacot lu !!!!

Lu jangan OMDO DOANG, Tanpa melakukan apappun. Menyembah, tanpa menghaturkan apa-apa. So / Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Padi tak akan merunduk, tanpa menghaturkan.

So Jangan urusin hidup GUWE, pang cang kene, urus iban ci pedidi. keto je. Lu punya jalannya, guwe juga punya jalannya, jangan usik guwe. Walapun tanpa surga ditelapak kaki GUWE.

So Lu aja yang sendiri ke Surga.

Tak ada yang bisa guwe raih, kau Lu mengusik guwe terus. Jadi, lu hanya bisa menjadi pelakon saja. Yowislah.

 

 

Psikologi Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)

Perhatian yang mengkhusus bukanlah sesuatu yang dianggap tidak adil, itu karena suatu keadaan yang berkaitan dengan fisik dan mental seseorang. Perlakuan yang berbeda, inilah yang membuat gab.

G : Gagal

A : Akibat

B : Berusaha

Inilah yang menjadi pokok, “Berusaha” sifat yang belum pasti. Semakin berusaha, kita bisa mencapai apa yang kita inginkan akan tetapi harus rela kehilangan sebagai gantinya. Rasa Kehilangan ini, yang mebuat jiwa kita sudah “terpuaskan” oleh dunia. Tinggal melanjutkan apa yang seharusnya dilakukan, demi menjadi “Psikologis” yang diinginkan. Berdasarkan Frekwensi yang diinginkan dengan alat bantu untuk menyamakannya. Sifat Psikis seseorang, bisa disamakan dengan gelombang. Gravitasi sangat mempengaruhinya.

Anggap saja Beras tidak sama dengan massa. Harus dikalikan 9,8 atau 10 jika dibulatkan. Jadi, ini bersifat tidak terhingga. Anggap saja limitnya tidak terhingga, sehingga menghasilkan bilangan “0”.

Metafisika itulah jawabannya. Tak terlihat, tapi dapat dirasakan.

Metafisika = Filsafat.

Belajar metafisika kayak kejatuhan taik burung 75 kg hahhaha.

Beda dengan filsafat. Asakusu Basangeset.

Bersambung.