4 Tahun Hidup di Lombok Pulau Seribu Masjid

Tak terasa sudah 4 tahun tinnggal di Lombok, 1 tahun di Tanjung Lombok Utara, 3 tahun di  Mataram. Tahun 2014 saya pertama kali menginjakkan kaki di tanah Lombok ini, sekitar pertengahan tahun. Memang saya mendapat SK pegawai di tugaskan di Lombok, sungguh sangat sedih harus pergidari tanah kelahiran (Bali). Berpisah dengan keluarga. Hampir saja saya ingin resign waktu itu karena dapat penempatan di luar Bali. Padahal awalnya katanya angkatan pertama kelas kerja sama PLN-PNB ini, katanya semua akan ditempatkan di Bali. Tapi pada final pendidikan (masa prajabatan) ternyata sama sekali tidak ada yang dapat penempatan di Bali. Sungguh sangat kecewa. Apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi masih bersyukur juga di tempatkan di Lombok, soalnya ada juga yang dapat penempatan di Papua, Makasar, Kupang yang lebih timur lagi. Ini saya dapet penempatan yang paling dekat dengan Bali, diantara teman-teman yang lain. Bahkan jika ingin pulang tiap minggu pun bisa. Hanya modal motor saja. tentunya dengan menyeberang sekali.

Kalau mau pulang ya menempuh waktu darat dari kos an di mataram ke pelabuhan Lembar sekitar 1 jam an lewat by pass BIL. Bayar nyebrang pun harga nya standar untuk sepeda motor sekarang Rp. 129.000, – sekali menyeberang. Di laut kita menempuh waktu selama 4-5 jam untuk sampai di pelabuhan padangbai Bali. Dari padangbai ke denpasar sekitar 1,5 jam an juga. ya kalau pulang hari jumat sore, sampai nya di bali ya bisa tengah malem atau dini hari. Minggu nya langsung deh kabur lagi balik ke Lombok. Se hari doang dapet di Bali. Jumat berangkat sampai tengah malam, minggu sudah balik lagi. ya yang penting dapet pulang gitu pikirannya. sudah saja hari jumat tiba, pasti semangat banget. soalnya bisa pulang ke Bali.  hehhee. itu dulu waktu pertama-tama di tempati di Lombok.

Tapi setelah berjalannya waktu, semakin jarang pulang sekarang. Paling sebulan sekali sekarag baru pulang dan jika ada libur panjang saja. hehhe. sudah betah ya ? ya di betah-betahin saja. Lumayan capek dijalan soalnya kalau pulang. Biasanya kalau saya pulang, ada partner pulang nya sama sahabat saya, amik. hehehe. Yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri. sama-sama merantau. perempuan juga. temen seangkatan juga. hehhehe. sama-sama dari tabanan juga. Ya banyak kesamaannya.

Nah, bagi teman-temen yang baru saja merantau ke Lombok, jangan sedih ya, Lombok juga indah kok ternyata. disini jarang macet. itu yang saya suka. Dari awalnya lombok hanya punya 1 mall, sekarang sudah berkembang pesat lo, udah banyak mall. Awalnya saya ke lombok hanya ada Mall Mataram saja. Sekarang sudah ada Epicentrum Mall, Trans Mart, Lombook City Centre (tapi sekarang sudah bangkrut). Ya lumayan lah. Hehehe. semakin rame pokoknya.

Ya kalau saya pengen beli baju bisa ke Mataram Mall, Epicentruum juga, ada juga Fashion One, Elizabeth biasanya. Banyak toko baju di seputaran Mataram Mall lo di daerah cakra. Ada pasar cakra juga disana yang jual macem-macem.

Bagi yang agama hindu seperti saya ? kalau mau beli alat-alat upakara, seperti canang, kebaya, kamen, bokoran dan lainnya, ada di daerah karangjasi namanya. Jangan kecewa lo, walaupun kita minoritas disini, setidaknya disini ada pura juga seperti di Bali. yang paling dekat dan terkenal letaknya di tengah kota mataram, yaitu Pura Mayura. Bagus puranya, tamannya luas ada kolam besarnya disana. Ini ada beberapa fotonya saat saya hendak ibadah di Pura Mayura.

Selain Pura Mayura, saya juga sudah kebeberapa pura seperti pura batu bolong, pura gunung sari, pura lingsar, pura suranadi, pura narmada, kalau pura yang lain apalagi ya, seperti baru segitu aja ya hehehe.

12642438_10201200517773208_1952070023113809910_n.jpg
Pura Suranadi

Bersambung…………..

21 Juni 2018

Lanjut lagi ya ceritanya, setelah liburan panjang lebaran 2018 kembali lagi. sebenernya ada di beberapa pura yang sudah saya sempat kunjungi tapi tidak ada foto nya lho. hehehe. seperti pura lingsar, gunungsari, batu bolong dan lainnya. nah, selain pura di mataram, ayo kita bahas dimana aja kuliner yang patut kita ketahui jika tinggal di mataram. ada yang berbau bau masakan bali juga lo. ya yang saya tahu ya. dan beberapa sempat saya ambil fotonya. Berikut saya paparkan beberapa ya kuliner di mataram.

Continue reading “4 Tahun Hidup di Lombok Pulau Seribu Masjid”

Advertisements